Hidup Dalam Iman Adalah Perjuangan. Matius, 13 :36-43
Yesus memberikan penjelasan kepada para murid-Nya arti perumpamaan tentang lalang di antara gandum. Sekalipun para murid sudah terbiasa mendengarkan berbagai cerita dan perumpamaan, bukan berarti mereka sudah terampil dan memahami berbagai ajaran Yesus.
Para murid kadang masih lamban untuk mengerti ajaran Sang Guru. Mereka masih sering bertanya tentang ajaran-ajaran yang telah disampaikan-Nya. Yesus tetap bersabar dan menjelaskan ulang kepada mereka.
Bercermin dari Injil, kita bisa menimba kekuatan dari Tuhan sendiri untuk menjadi orang-orang yang sabar. Kita tidak perlu merasa rugi karena harus menjadi orang yang sabar. Kesabaran kita justru menjadi salah satu wujud kasih kita terhadap sesama.
Hidup dalam iman adalah perjuangan. Dalam iman, kita mengetahui segala ajaran yang telah ditaburkan Tuhan dalam hati kita. Dibutuhkan perjuangan dalam pergulatan hidup untuk menjadikan benih itu tumbuh dan berkembang. Perjuangan ini berhadapan langsung dengan tantangan dari sang kejahatan. Kejahatan menaburkan benih-benih kejahatan dalam hati dan lingkungan hidup kita.
Memenangkan pertarungan melawan kejahatan adalah jaminan bagi kita untuk masuk dalam lumbung Kerajaan Surga. Karena itu mari kita terus berjuang memenangkan kebaikan dengan melakukan segala yang baik, karena Tuhan telah memberikan kuasa kepada kita dan juga menaburkan segala sesuatu yang baik untuk kita.

Comments
Post a Comment