Analisis Swot Usaha Kain Tenun Ikat Sumba Pewarna Alami


1.Latar  Belakang

Kerajinan tenun Nusa Tenggara Timur. merupakan aset budaya luar biasa. Selain beragam  motifnya,  proses  pembuatannya pun tidak sembarangan harus  melewati proses pembuatan yang panjang dan  butuh ketelitian serta ketekunan, selain itu setiap gambar pada kain memiliki cerita dan makna  sejarah   tersendiri.

Perkembangan  zaman di era modern sekarang ini, sudah banyak   inovasi  inovasi tenun  ikat yang di keluarkan.Inovasi yang akan saya mulai dalam usaha  saya  adalah Produk pakaian jadi  atau ready to wear dari bahan tenun  yang  akan  fokus  menyasar pasar  masyarakat, dengan  desain yang cenderung  kasual, jauh   dari     kesan formal  dan.  kekinian. Saya   juga  berkomitmen  untuk  tidak  merusak makna yang terkandung  dalam selembar kain.  Oleh   karena       itu,    dalam    proses.   desain, gambar   kain   tenun  yang umumnya ‘bercerita’ tetap dijaga sedemikian   rupa.Contohnya  untukkain Sumba.Saya tidak  mau  merusak arti  dari kain itu. Sebisa mungkin pola kain tetap tergambar, tetapi   ceritanya   tetap  ada.  Jadi  tidak   asal   membentuk  sehingga  tidak    merusak  motif warna  dari       kain

TUJUANnya antara lain sebagi berikut :

  1. Meningkatkan  jumlah   pembeli  tenun        ikat Sumba     Menanamkan   kecintaan  masyarakat   pada   kain    tenun  sebagai  warisan       leluhur 
  2. Membantu perekonomian  masyarakat  penenuh Membuka  lapangan                kerja.  Mendapatkan     keuntungan.

ANALISIS SWOT

  1.       STRENGTH/ KEKUATAN
Kualitas    produk yang tinggi
Keunggulan design produk yang berbeda
Memiliki   pelanggan. tetap
Memiliki   tenaga    kerja   ahli


2.    KELEMAHAN / WEAKNES

Banyaknya perusahaan  pertekstilan modern   Keterbatasan  promosi.  Memerlukan         jumlah  modal yang besar
Jalur akses  dalam  pengambilan bahan baku yang kurang  memadai Kurangnya efesiensi   waktu.

     3.  PELUANG / OPORTUNITIES

Loyalitas   pelanggan   terhadap   produk
Kemajuan    teknologi  Hubungan      baik    dengan  pelanggan   Masyarakat    terlibat  dalam proses produksi.

      4.     ANCAMAN / THREATS

Lingkungan  pesaing yang   ketat  Turunnya daya beli masyarakat kelangkaan bahan baku yang membuat strategi bisnis ini yang membuat orang mudah di tiru.

  5.    ANALISIS CUSTOMER

- Produk   yang akan   dihasilkan   Pakaian 
 ready to wear   Target pasar yang ditujuanPerindividu, semuausia, kalangan social menengah  keatas yang memiliki daya  beli.

  6.   MEDIA YANG AKAN DI GUNAKAN

Membuka toko   atau boutique, melayani penjualan lewat website, marketplace, instagram dan facebook, membuka pesanan dengan sistem  pre order  sesuai dengan  permintaan design dari konsumen.

  7.   PROMOSI
         Mengikuti acara- acara pameran sebagai ajang  pengenalan   produk  Mengendorse artis artis ternama dan selebgarm    lewat media social      Memberikan    diskon pada hari    hari   tertentu Mengajak    pembeli untuk ikut  serta menjadi member dengan pemberian harga khusus  atau   special  prize Mengajak  konsumen  melihat  langgsung proses penenunan  untuk menumbuhkan  kecintaan  pada   produk yang dihasilkan.

              PENUTUP

Tenun ikat  adalah  warisan  budaya yang dibutuhkan untuk  kepentingan budaya tradisional dan  juga  untuk   kepentingan modern karena  telah menghasilkan berbagai bentuk produk tenu nikat yang beranekaragam. Keanekaragaman tersebut dapat dilihat dari  aspek  bentuk  desain  dan motif. Namun sangat  di sayangkan karena ketenaran  Tenun Ikat Sumba, tidak diimbangi  oleh  adanya upaya dari pemerintah, untuk memberikan pelindungan hukum terhadap Hak Cipta tenun  ikat  ini, realita yang terjadi di lapangan, upaya  Pemerintah Daerah dalam melestarikan  budaya  tenun  ikat  antara lain dengan mengharuskan pengenaan pakaian seragam  dari kain tenun ikat bagi anak-anak sekolah pada hari-hari tertentu serta bagi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Daerah serta diwajibkan pula memakai pakaian dari tenun ikat pada tanggal 17 Agustus dan hari-hari  besar nasional  lainnya. Usaha yang dilakukan pemerintah mengenai keharusan berseragam tenunikat tersebut walaupun bertujuan baik, namun faktanya dilapangan, tenun ikat yang dikenakan sebagai pakaian seragam tersebut hampir selalu merupakan produk pabrik. Dengan demikian peraturan tersebut sama sekali belum menyentuh para pengrajin tenun  ikat    tradisional.Oleh  karena  itu atas dasar rasa cinta  akan  budaya Indonesia, saya ingin  mengembangkan  bagian kekayaan dan keindahan kain dari tanah leluhurya  itu kain tenun  Ikat Sumba dan mengajak  masyarakat Indonesia mengenal  dan mencintai lebih dalam lagi  hasil karya negeri  sendiri  dalam bentuk yang lebih modern  dan  kekinian  serta  mampu bersaing  di pasar  global  global. Ayo  pakai baju tenun yang pastinya  bikin  modis  dan  kece. Bangga  memakai   produk Indonesia.

Comments

  1. Lucky Club Casino Site
    The Lucky Club Casino is a fun and colourful place to play and win. If you like this, we've got you covered. Enjoy a great selection of the hottest luckyclub.live slots,

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

THE CATS, Analisis Swot Perusahaan Makanan Kucing

Kebesaran Jiwa, 13 :54-58