THE CATS, Analisis Swot Perusahaan Makanan Kucing

Nama D’CATZ pada awalnya berasal dari kata “The Cats” (bahasa Inggris), yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti kucing dalam bentuk jamak. Perubahan nama terjadi karena nama “The Cats” terkesan terlalu biasa dan kurang menarik. Hal inilah yang membuat nama “The Cats” dipelesetkan menjadi D’CATZ. Huruf “D” diambil karena memiliki kesamaan bunyi dengan kata “The” dan dibubuhi dengan tanda apostrof yang menandakan bahwa ada kata yang telah diganti. Sedangkan dalam kata “Cats” huruf “S” nya diganti dengan huruf “Z” sehingga terlihat menarik. Namun demikian, nama D’CATZ tetap memiliki arti yang sama dengan kata “The Cats” yang berarti kucing dalam bentuk jamak serta menandakan keterwakilan semua jenis kucing.
Logo Perusahaan

Lingkaran memiliki arti tak berujung pangkal. Perusahaan D’CATZ memilih simbol lingkaran menandakan bahwa dampak atau manfaaat dari D’CATZ ini tak ada habisnya sehingga akan selalu menguntungkan para pecinta kucing dan kucing itu sendiri.

Warna kuning pada lingkaran dan plang nama memiliki arti kemegahan, keoptimisan, dan berfungsi untuk memperbaiki mood. Kemegahan berarti produk D’CATZ merupakan produk spesial yang membuatnya berbeda dari kompetitor lain. D’CATZ optimis dengan produk yang dikeluarkan sehingga perusahaan akan terus berkembang. Siapa pun yang melihat lambang D’CATZ secara tidak sadar sedang mengalami perubahan mood ke arah yang lebih baik

Tulisan berwarna merah memiliki arti keberanian dan gairah. Warna merah pada lambang D’CATS mampu memberikan keberanian pada para pecinta kucing untuk memilih dan membeli produk D’CATZ. Selain itu para pecinta kucing juga akan terus bergairah dalam mengikuti berbagai inovasi produk perusahaan D’CATZ ini.
Wajah kucing hitam yang menjadi ikon produk D’CATZ sebenarnya merupakan kucing kesayangan dari owner perusahaan ini. Kucing tersebut  bernama Churos. Cinta dan kasih sayang yang terjalin antara Churos dan tuannya ini telah menjadi inspirasi dibuatnya perusahaan D’CATZ ini. Churos melambangkan cinta, ketulusan, dan harapan sehingga dia dipilih menjadi Brand Ambassador perusahaan D’CATZ.


Terdapat gambar bintang sebagai penanda bahwa kecerdasan pada kucing bisa terbentuk berkat produk D’CATZ ini.
Kacamata yang bergambar logo perusahaan D’CATZ menjadi bukti bahwa tak ada hal lain yang diinginkan oleh si kucing selain produk D’CATZ.

Visi dan Misi Perusahaan

Visi
Menjadikan si kucing sehat dan cerdas  sehingga mampu menciptakan jalinan cinta yang mesra antara si kucing dan pemiliknya.

Misi
Menciptakan produk makanan kucing unggulan yang bernutrisi, sehat serta kaya manfaat.
Berinovasi menghadirkan produk-produk berkualitas sesuai kebutuhan.

Struktur Organisasi

Perusahaan D’CATZ memilih membuat akun di media sosial Instagram. Hal ini dimaksudkan agar D’CATZ bisa terfokus pada satu media sosial. Selain itu Instagram juga banyak penggunanya. Media sosial instagram juga memiliki fitur-fitur yang keren dalam menampilkan foto dan video. Hal ini tentu sangat berguna bagi D’CATZ dalam berkreasi, berpromosi, dan menarik minat para konsumen. Namun, dalam proses promosi, D’CATZ tetap menggunakan media-media lainnya.

Sebagai suatu perusahaan, tentu D’CATZ peduli terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. Ada beberapa program CSR yang akan dijalankan oleh perusahaan D’CATZ.

1.   Vaksinasi gratis

dan pemeriksaan pada hewan peliharaan secara gratis. Dalam hal ini D’CATZ bekerjasama dengan dinas kesehatan setempat serta masyarakat mengadakan vaksinasi dan pemeriksaan gratis terhadap hewan peliharaan di wilayah setempat.

2.  Mengadakan seminar umum 

mengenai hewan peliharaan, cara merawat dan berbagaimacam hal penting mengenai hewan peliharaan khususnya kucing. Dalam hal ini D’CATZ berkoordinasi dengan Kementrian Kesehatan mengantisipasi peningkatan hewan terlantar.

3.  Mengadakan pelatihan mengenai cara mendaur ulang sampah plastik 

menjadi tempat makan, kandang, dan mainan kucing. Sebagai bentuk kepedulian Perusahaan D’CATZ akan bahaya sampah plastik, maka pihak D’CATZ akan mengadakan pelatihan secara gratis mengenai cara mendaur ulang sampah plastik agar menjadi barang yang berguna bagi hewan peliharaan khususnya kucing.

Struktur Organisasi Perusahaan D’CATZ terbagi menjadi beberapa divisi yang saling bersinergi. Berikut Jobdesk masing-masing bagian.

1.     Owner (Ayu)

Jobdesknya :
Menyediakan dana untuk operasional dan berbagai program
Memantau perkembangan perusahaan D’CATZ
Direktur Utama (Valen)
Jobdesknya :
Memantau kinerja setiap divisi
Memprediksi Profit yang dihasilkan
Menentukan kebijakan perusahaan
Melakukan penyusunan anggaran
Membangun kerjasama dengan institusi lain
2.     Menejer Produksi (Nando)

Jobdesknya :
Memastikan proses produksi dan distribusi berjalan sesuai standar oprasional
Melakukan inovasi-inovasi terkait produk D’CATZ sesuai kebutuhan pasar
Memangkas biaya-biaya yang tidak diperlukan saat oprasional

3.    Menejer Pemasaran (Amirul)

Jobdesknya :
Memantau perkembangan pasar dan sumber daya perusahaan
Menentukan langkah strategis dalam bersaing dengan kompetitor
Melakukan promosi dengan memanfaatkan berbagai media yang ada.

4.  Menejer Administrasi (Kak Yuly)

Jobdesknya :
Melakukan penilaian dan atas kinerja pegawai dan melakukan evaluasi
Memastikan ketersediaan data dan informasi
Mengelola jadwal
Mengelola fasilitas dan melakukan inventori
Membantu Direktur Utama dalam penyusunan anggaran

5. Human Resource Development (HRD)-              Kris

Mengembangkan sistem kepegawaian yang baik
Menjadi penghubung antara menajemen dan karyawan
Bertanggung  jawab penuh terhdap absensi
Melaksanakan Training dan mengevaluasinya.

6.    Public Relation (PR)-Yeyen

Melakukan perencanaan strategis terkait publikasi dan kampanye
Menjawab dan menjelaskan berbagaimacam pertanyaan mengenai perusahaan D’CATZ
Menganalisis liputan media
Menjadi penghubung antar divisi serta dalam divisi perusahaan D’CATZ serta menjadi penghubung antara pihak luar dan perusahaan D’CATZ.


 ANALISIS  SWOT

1.       Strength (Kekuatan)

Produk D’CATZ merupakan produk yang terjangkau jika dibandingkan dengan kompetitornya. Selain itu, produk D’CATZ lebih mengutamakan kandungan gizi. Hadir dengan varian Tuna Flavor dan Chiken Flavor, D’CATZ mengkombinasikan berbagai vitamin, nutrisi, dan protein dalam produk makanan kucing produksi D’CATZ.

2.    Weakness (Kelemahan)

Ada satu kelemahan produk D’CATZ yaitu baru memiliki dua varian. Hal ini tentu saja akan mendatangkan efek jenuh dalam jangka waktu tertenu pada si kucing. Menanggapi kelemahan ini, perusahaan D’CATZ akan mengembangkan varian lain yang tidak kalah menarik dan tentunya bergizi tinggi.

3.    Opportunity (Kesempatan/Peluang)

Melihat kandungan produk D’CATZ yang komplit, harga yang terjangkau, serta anggota yang kompeten di bidangnya, tentu sangat terbuka peluang untuk mendatangkan investor serta mitra usaha yang bermanfaat bagi pengembangan produk D’CATZ. D’CATZ akan selalu mengembngkan produk makanan kucing ini bukan saja pada level Nasioal, tetapi juga bisa sampai pada level internsional.
Threat (Ancaman)

Perusahaan D’CATZ belum melihat ancaman-ancaman yang cukup berarti bagi keberlangsungan perusahaan. Namun demikian, ada satu hal yang perlu digaris bawahi. Produk D’CATZ bisa saja ditiru dengan konsep yang berbeda. Baagi perusahaan-perusahaan berbudget besar tentu hal ini mudah dilakukan. Selain itu serangan bisa muncul lewat statement-statement  negatif bahwa produk D’CATZ tak menarik dan membosankan. Hal ini bisa menjadi ancaman tersendiri bagi perusahaan D’CATZ ini.

Comments

Popular posts from this blog

Analisis Swot Usaha Kain Tenun Ikat Sumba Pewarna Alami

Kebesaran Jiwa, 13 :54-58