Bahaya Pewarna Makanan Bagi Kesehatan
Bahan Pewarna makan, yang digunakan sebagai memberi warana pada makan, agar tampilan makanan terlihat cantik atau menarik sehingga para konsumen tertarik dan akan membeli makan tersebut. pewarna mana bukan bukanlah barang baru, akan tetapi pada zaman dulu Nenek moyang kita sering mengunakan zat pewarana alami, seperti pewarana dari sayur- sayuran, buah buahan, ataupuan dari Dedauan Namun seiring dengan perkembangan zaman orang sering mengunakan pewarna buatan, seperti pewarna tekstil yang sering digunakan oleh perusahaan dan pengrajin kain yaitu pewarna sintesis, karena pewarana tersebut selain mudah di dapat, harganya tentunya murah, tahan lama, warna yang dihasilkan bagus, peroses menghasilkan warnanya lebih cepat, serta pilihan warna yang bermacam- macam, zat pewaran seperti Tekstil tersebut sering digunakan para pedagang,
Sebab para pedagang tidak memikirkan bahaya atau efek samping dari pewaran tekstil yang mereka pikirkan para konsumen dapat membeli dagangan mereka dan cepat laku terjual serta meraih keuntungan yang banyak, para pedagang sering menambah pewarna tekstil di makanan seperti : kue, Manisan, sosis, sirup, buah- buahan, terasi, cabe giling, kerupuk, agar menghasilkan warna serta dapat menarik komsumen untuk segera membelinya. pewarna alami bahan susah di temuakan, peroses pembuatan membutuhkan waktu yang agak lama, warna yang dihasilkan kurang bagus, dan tentunya tidak membuat komsumen mudah tertarik. perlu kita ketahui bahawa pewarna sintetis dapat membahayakan kesehatan seperti:
1. Kerusakan pada Ginjal
2. Melemahkan sistem kekebalan Tubuh
3. Menyebabkan kanker
4. kemandulan pada Pria
5. Penyakit Komplikasi
Pewarana makan seperti sintetis sangat membahayakan kesehatan, orang yang sering mengunakan pewarana buatan akan sering merasakan beberpa keluhana seperti : pandangan menjadi kabur, iritasi jika terkena mata, iritasi saluaran pernapasan, mual, muntah, sakit perut, diare, demam, Migraine, alergi pada kulit, asama, sering merasa cemas dan perubahan pada perilaku. apabila di komsumsi secara terus menerus dengan jangka panjang, akan mengakibatkan gangguan fungsi hati, kerusakan pada kantong kemih, dapat menyebabkan kanker bahkan berujung pada kematian.
Untuk itu kita harus Menghindari makanan yang mengandung pewarna tekstil agar tubuh kita tetap sehat dengan cara :
1. lebih selektif saat memilih makanan
2. menghindari makanan yang mengandung bahan pewarna
3. perhatikan izin edar dari dinas. kesehatan
maka dari itu kita bisa ambil kesimpulan, saat membeli dan mengkomsumsi makanan dan minuman yang mengandung pewarna kita perlu berhati hati, ada baiknya kita mengkomsumsi makanan yang tidak mengandung bahan pewarna ataupun pengawet akan lebih baik untuk kesehatan kita.

Comments
Post a Comment